Guru Pertanyakan Data Honorer Kategori Dua
Rabu, 4 Juli 2012 12:09 WIB
BIREUEN
- Sebanyak 25 guru PNS dan bakti yang tergabung dalam Solidaritas Guru
Muda Aceh (SiGMA) Bireuen, Selasa (3/7) beraudiensi dengan DPRK
setamapt. Tujuannya untuk mempertanyakan kejelasan data honorer kategori
dua, tenaga administrasi di SD, serta tunjangan umum dan rapel 100
persen fungsional.
Kedatangan mereka diterima sejumlah anggota DPRK Bireuen di ruang sidang lembaga itu. Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi A DPRK Bireuen, Munadir Nurdin.
“Kami ingin dicarikan solusi oleh dewan agar semua guru honorer masuk kategori dua. Karena selama ini masih ada guru honorer yang belum masuk dalam kelompok tersebut,” ujar perwakilan guru, Alfian.
Ia juga mempertanyakan mengapa ada SD yang menolak tenaga honorer administrasi dan ada SD yang menerimanya.
Guru juga mempertanyakan tunjangan umum, rapel 100 persen rapel fungsional bagi guru PNS formasi tahun 2006 sampai 2006. “Berkas usulan fungsional sudah lama dibuat bagian keuangan dan sudah ditandatangani oleh kepala sekolah, tapi sampai kemarin belum dibayar,” ungkapnya.
“Menanggapi keluhan guru, dalam dua hari ke depan kami akan surati bupati dan dinas teknis untuk didengar penjelasan terhadap masalah yang disampaikan guru,” kata Munadir.(yus)
Kedatangan mereka diterima sejumlah anggota DPRK Bireuen di ruang sidang lembaga itu. Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi A DPRK Bireuen, Munadir Nurdin.
“Kami ingin dicarikan solusi oleh dewan agar semua guru honorer masuk kategori dua. Karena selama ini masih ada guru honorer yang belum masuk dalam kelompok tersebut,” ujar perwakilan guru, Alfian.
Ia juga mempertanyakan mengapa ada SD yang menolak tenaga honorer administrasi dan ada SD yang menerimanya.
Guru juga mempertanyakan tunjangan umum, rapel 100 persen rapel fungsional bagi guru PNS formasi tahun 2006 sampai 2006. “Berkas usulan fungsional sudah lama dibuat bagian keuangan dan sudah ditandatangani oleh kepala sekolah, tapi sampai kemarin belum dibayar,” ungkapnya.
“Menanggapi keluhan guru, dalam dua hari ke depan kami akan surati bupati dan dinas teknis untuk didengar penjelasan terhadap masalah yang disampaikan guru,” kata Munadir.(yus)
Sumber : Serambi Indonesia











Posting Komentar