Blog > Forums
Forums
WAWASAN BER-PERSPEKTIF GLOBAL
DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN INDONESIA
PENDAHULUAN
Pendidikan memiliki keterkaitan erat dengan globalisasi. Dalam menuju era globalisasi, Indonesia harus melakukan reformasi dalam proses pendidikan, yaitu dengan tekanan menciptakan sistem pendidikan yang lebih komprehensif dan fleksibel, sehingga para lulusan dapat berfungsi secara efektif dalam kehidupan masyarakat global demokratis. Oleh karena itu, pendidikan harus dirancang sedemikian rupa agar memungkinkan para anak didik dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasasn, kebersamaan dan tanggung jawab. Selain itu, pendidikan harus dapat menghasilkan lulusan yang bisa memahami masyarakatnya dengan segala faktor yang dapat mendukung mencapai sukses ataupun penghalang yang menyebabkan kegagalan di dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan pengelolaan pendidikan Indonesia yang berwawasan global.
Untuk memulai pengelolaan pendidikan berwawasan global diperlukan informasi dan pengetahuan tentang bagian dunia yang lain. Dengan demikian dapat mengembangkan kesadaran kita bahwa kita akan dapat memahami lebih baik keadaan diri kita sendiri apabila kita dapat memahami hubungan terhadap masyarakat lain. Serta perlu pemahaman isu-isu global lainnya.
Berdasarkan uraian di atas, permasalahan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah:
Apa urgensi wawasan perspektif global dalam pengelolaan pendidikan?
Bagaimana penerapan pengelolaan pendidikan dengan wawasan ber-perspektif global di Indonesia?
KERANGKA BERFIKIR
Urgensi Wawasan Persepektif Global dalam Pengelolaan Pendidikan
Peningkatan kualitas pendidikan bagi suatu bangsa, bagaimanapun mesti diprioritaskan. Sebab kualitas pendidikan sangat penting artinya, karena hanya manusia yang berkualitas saja yang bisa bertahan hidup di masa depan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk peningkatan kualitas pendidikan tersebut adalah dengan pengelolaan pendidikan dengan wawasan global. Apa pentingnya wawasan ber-perspektif global dalam pengelolaan pendidikan?
Perspektif global merupakan pandangan yang timbul dari kesadaran bahwa dalam kehidupan ini segala sesuatu selalu berkaitan dengan isu global. Orang sudah tidak memungkinkan lagi bisa mengisolasi diri dari pengaruh global. Manusia merupakan bagian dari pergerakan dunia, oleh karena itu harus memperhatikan kepentingan sesama warga dunia.
Tujuan umum pengetahuan tentang perspektif global adalah selain untuk menambah wawasan juga untuk menghindarkan diri dari cara berpikir sempit, terkotak oleh batas-batas subyektif, primordial (lokalitas) seperti perbedaan warna kulit, ras, nasionalisme yang sempit, dsb.
Dengan demikian pentingnya (urgensi) wawasan perspektif global dalam pengelolaan pendidikan ialah sebagai langkah upaya dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan seperti yang telah dituliskan sebelumnya, dengan wawasan perspektif global kita dapat menghindarkan diri dari cara berpikir sempit dan terkotak-kotak oleh batas subyektif sehingga pemikiran kita lebih berkembang. Kita dapat melihat sistem pendidikan di negara lain yang telah maju dan berkembang. Dapat membandingkannya dengan pendidikan di negara kita, mana yang dapat diterapkan dan mana yang sekerdar untuk diketahui saja. Kita bisa mencontoh sistem pendidikan yang baik di negara lain selama hal itu tidak bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia.
Tentu kita masih ingat dulu ketika Malaysia mengimpor guru-guru dari Indonesia untuk mendidik anak-anak mereka. Namun kini justru Malaysia-lah yang lebih maju pendidikannya dari negara kita. Apa yang salah?
Kalau boleh dikatakan, bahwa mereka mau belajar dan mempelajari serta terus meningkatkan kualitas pendidikan mereka. Salah satunya yaitu dengan melihat kondisi di sekitarnya (negara lain, Indonesia).Dengan demikian wawasan ber-perspektif global sangatlah penting dalam pengelolaan pendidikan.
APLIKASI DI INDONESIA
Penerapan Pengelolaan Pendidikan dengan Wawasan Ber-Perspektif Global di Indonesia
Dalam penerapan pengelolaan pendidikan dengan wawasan ber-prespektif global, akan saya bahas lebih ke pendidikan yang berwawasan global. Pendidikan yang berwawasan global ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu dalam perspektif reformasi dan perspektif kuliner.
Perfektif Reformasi
Pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk mempersediakan anak didik dengan kemampuan dasar intelektual dan tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat kompetitif dan dengan derajat saling menggantungkan antar bangsa yang sangat tinggi. Pendidikan harus mengkhaitkan proses pendidikan yang berlangsung di sekolah dengan nilai-nilai yang selalu berubah di masyarakat global. Dengan demikian, sekolah harus memiliki orientasi nilai, di mana masyarakat tersebut harus selalu dikaji dalam kaitannya dengan masyarakat dunia.
Implikasi dari pendidikan berwawasan global menurut perfektif reformasi tidak hanya bersifat perombakan kurikulum, tetapi juga merombak sistem, struktur dan proses pendidikan. Pendidikan dengan kebijakan dasar sebagai kebijakan sosial tidak lagi cocok bagi pendidikan berwawasan global. Pendidikan berwawasan global harus merupakan kombinasi antara kebijakan yang mendasarkan pada mekanisme pasar. Maka dari itu, sistem dan struktur pendidikan harus bersifat terbuka, sebagaimana layaknya kegiatan yang memiliki fungsi ekonomis.
Kebijakan pendidikan yang berada di antara kebijakan sosial dan mekanisme pasar, memiliki arti bahwa pendidikan tidak semata-mata di tata dan diatur dengan menggunakan perangkat aturan sebagaimana yang berlaku sekarang ini, serba seragam, rinci dan instruktif. Tetapi pendidikan juga di atur layaknya suatu Mall, adanya kebebasan pemilik toko untuk menentukan barang apa yang akan dijual, bagaimana akan dijual dan dengan harga berapa barang akan dijual. Pemerintah tidak perlu mengatur segala sesuatu dengan rinci.
Selain itu, pendidikan berwawasan global bersifat sistematik organik, dengan ciri-ciri fleksibel-adaptif dan kreatif demokratis. Bersifat sistemik-organik artinya bahwa sekolah merupakan sekumpulan proses yang bersifat interaktif yang tidak bisa dilihat sebagai-hitam putih, tetapi setiap interaksi harus dilihat sebagai satu bagian dari keseluruhan interaksi yang ada.
Fleksibel-adaptif, artinya bahwa pendidikan lebih ditekankan sebagai suatu proses learning daripada teaching. Anak didik dirangsang untuk memiliki motivasi untuk mempelajari sesuatu yang harus dipelajari dan continues learning. Tetapi, anak didik tidak akan dipaksa untuk dipelajari. Sedangkan materi yang dipelajari bersifat integrated, materi satu dengan yang lain dikaitkan secara padu dan dalam open-sistem environment. Pada pendidikan tersebut karakteristik individu mendapat tempat yang layak.
Kreatif demokratis, berarti pendidikan senantiasa menekankan pada suatu sikap mental untuk senantiasa menghadirkan suatu yang baru dan orisinil. Secara paedagogis, kreativitas dan demokrasi merupakan dua sisi dari mata uang. Tanpa demokrasi tidak akan ada proses kreatif, sebaliknya tanpa proses kreatif demokrasi tidak akan memiliki makna.
Untuk memasuki era globalisasi pendidikan harus bergeser ke arah pendidikan yang berwawasan global. Dari perspektif kurikuler pendidikan berwawasan global berarti menyajikan kurikulum yang bersifat interdisipliner, multidisipliner, dan transdisipliner. Berdasarkan perspektif reformasi, pendidikan berwawasan global berarti menuntut kebijakan pendidikan tidak semata-mata sebagai kebijakan sosial, melainkan suatu kebijakan yang berada di antara kebijakan sosial dan kebijakan yang mendasarkan pada mekanisme pasar. Maka dari itu, pendidikan harus memiliki kebebasan dan bersifat demokratis, fleksibel dan adaptif.
Perspektif Kurikuler
Pendidikan berwawasan global dapat dikaji berdasarkan pada dua perspektif yaitu perspektif reformasi dan perspektif kurikuler. Berdasarkan persperktif kurikuler, pendidikan berwawasan global merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk mempersiapkan tenaga terdidik kelas menengah dan professional dengan meningkatkan kemampuan individu dalam memahami masyarakatnya dalam kaitannya dengan kehidupan masyarakat dunia, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
Mempelajari budaya, sosial, politik dan ekonomi bangsa lain dengan titik berat memahami adanya saling ketergantungan
Mempelajari barbagai cabang ilmu pengetahuan untuk dipergunakan sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat, dan
Mengembangkan berbagai kemungkinan berbagai kemampuan dan keterampilan untuk bekerjasama guna mewujudkan kehidupan masyarakat dunia yang lebih baik.
KESIMPULAN
Pentingnya (urgensi) wawasan perspektif global dalam pengelolaan pendidikan ialah sebagai langkah upaya dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan dengan wawasan perspektif global kita dapat menghindarkan diri dari cara berpikir sempit dan terkotak-kotak oleh batas subyektif sehingga pemikiran kita lebih berkembang. Kita dapat melihat sistem pendidikan di negara lain yang telah maju dan berkembang. Dapat membandingkannya dengan pendidikan di negara kita, mana yang dapat diterapkan dan mana yang sekerdar untuk diketahui saja. Kita bisa mencontoh sistem pendidikan yang baik di negara lain selama hal itu tidak bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia.
Selanjutnya dalam penerapan pengelolaan pendidikan dengan wawasan ber-prespektif global, lebih ditekankan pada pendidikan yang berwawasan global. Pendidikan yang berwawasan global ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu dalam perspektif reformasi dan perspektif kuliner.
Referensi:
Isjoni. 2008. Memajukan Bangsa dengan Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Sukirman, Hartati, dkk. 2007. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press
Tilaar, HAR. 1992. Manajemen Pendidikan Nasional; Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Read more
http://www.gemari.or.id
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
GURU HARUS MEMILIKI
Definisi tentang guru yang telah
diulas pada posting sebelumnya (Definisi
Guru), sereasa tidak
lengkap bila tidak ditambahkan dengan hal-hal yang harus dimiliki seorang
guru (syarat-syarat guru). Karena tanpa memnuhi syarat-syarat tersebut,
ibarat guru hanya mengandalkan nama saja, dan ujung-ujungnya timbul berbagai
masalah dalam proses belajar mengajar, seperti tindakan kekerasan, tidak
dilogis, Bagi Anda yang ingin jadi guru, seyogyanya mendalami profesionalisme dan apa prasyarat
yang harus dipenuhi oleh seorang guru.
Pada zaman sekarang ini setiap
lembaga pendidikan memerlukan pendidikan yang berkualitas, sehingga
masing-masing anak didik mendapat pendidikan dari pendidikan tersebut, yang
memiliki kepribadian yang berbeda. Guru yang sekaligus sebagai pendidik
disamping mengajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap anak didik, baik
pengaruh itu disadari atau tidak oleh sebab itu maka untuk menjadi seorang guru
agama diperlukan adanya syarat-syarat yang dapat membantu keberhasilan
pendidikan.
Adapun
syarat-syarat yang harus dimiliki oleh guru adalah:
- Syarat formal
- Syarat material
- Syarat non formal.
Untuk
lebih jelasnya, maka penulis uraikan sebagai berikut
Syarat-Syarat Formal
- Mempunyai ijazah guru
- Harus sehat jasmani dan rohani
Berdasarkan
hal-hal tersebut diatas agar menjadi guru agama yang baik, seorang guru harus
mempunyai ijazah, sebab dengan begitu ia telah memiliki ilmu pengetahuan
tentang keguruan. Disamping itu juga seorang guru harus sehat jasmani dan
rohani sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
Syarat
Material
Yang
dimaksud dengan syarat material yaitu:
- Menguasai ilmu yang diajarkan
- Mengerti ilmu jiwa
- Mengerti ilmu dedaktif dan metodik.
Dari pendapat tersebut diatas, maka
dapat penulis jelaskan bahwa setiap guru harus menguasai ilmu yang diajarkan,
sebab hal itu dapat mempengaruhi pada penampilan guru dalam mengajar. Disamping
itu menguasai bahan pelajaran tersebut. akan dapat menambah kesungguhan dan
kecintaan terhadap tugas yang dilakukan sehingga pelajaran yang diajarkan tidak
bersifat dangkal.
Hal
ini sebagaimana dijelaskan berikut ini:
"Seorang guru harus sanggup menguasai bahan
pelajaran yang diberikan serta memperdalam pengetahuan tentang itu, sehingga
janganlah pelajaran yang diberikan itu bersifat dangkal, tidak melepaskan
dahaga dan tidak mengenyangkan lapar".
Selain
hal tersebut diatas, seorang guru harus mengerti karakteristik kepribadian anak
didiknya, seorang guru harus menguasai ilmu dedaktik dan metodik dengan
menguasai ilmu ini seorang guru dapat menyampaikan bahan pelajaran dengan baik
dan mengajarkannya dapat didasarkan atas prinsip kegiatan menyampaaikan bahan
pelajaran, sebagaimana Surayal berikut:
"Dengan
mengerti ilmu dedaktik seorang guru dapat mengerti cara siasat (strategi)
menyampaikan bahan pelajaran tertarik dari suatu mata pelajaran agar siswa
dapat mengetahui, menguasai dan mempergunakan bahan pelajaran tersebut dan
memahami ilmu metodik berarti ilmu mengajar yang didasarkan atas
prinsip-prinsip kegiatan menyampaikan bahan pelajaran dimiliki oleh siswa.
Syarat
Non Formal
- Memiliki loyalitas pada pemerintah
- Berakhlak mulia, taat melakukan ajaran agama
- Mempunyai dedikasi terhadap tugas sebagai guru
- Pemaaf
- Harus peka terhadap tabiat murid
- Harus mempunyai sifat terbuka.
Berdasarkan pendapat diatas, maka
disini penuli mencoba menjelaskan syarat-syarat ini, setiap guru harus loyal
terhadap pemerintah yaitu dalam arti guru harus berkepribadian bangsa Indonesia
yang berdasarkan Pancasila. Demikian juga seorang guru agama, harus berakhlak
mulia serta taat menjalankan ajaran-ajaran agama, karena tinglah laku guru
harus mencerminkan tingkah laku yang berbudi luhur, terutama guru agama.
Athiyah al-Abrasyi,
Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam,
(Jakarta: Bulan Bintang, 1984), hal. 70
Direktorat Jenderal
Pembinaan Agama Islam, Bahan Penataran Guru Agama Islam,
Op.Cit, hal. 1-2
Proyek
Peningkatan Pada Sekolah Umum, Buku Pedoman Guru Agama
Islam, Op.Cit, hal. 45-46
Proyek
Peningkatan Pada Sekolah Umum, Buku Pedoman Guru Agama
Islam, (Jakarta, 1982), hal. 43
Direktorat Jenderal
Pembinaan Agama Islam, Bahan Penataran Guru Agama Islam,
(Jakarta, 1981), hal. 159Education
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengertian Definisi Pendidikan Menurut Para Ahli
Kata
pendidikan Berasal dari kata Pedagogi, yaitu dari kata “paid” artinya anak dan
“agogos” artinya membimbing. Itulah sebabnya istilahpedagogi dapat diartikan
sebagai “ilmu dan seni mengajar anak. Namun pendidikan juga memiliki pengertian
sendiri menurut para ahli, yaitu:
- Langefeld mengatakan mendidik adalah membimbing anak dalam mencapai Kedewasaan
- Heageveld mengatakan mendidik adalah membantu anak dalam mencapai Kedewasaan
- Bojonegoro mengartikan mendidik adalah memeri tuntunan kepada manusia yang belum dewasa dalam pertumbuhan dan perkembangannya sampai tercapai kedewasaan
- Ki Hajar Dewantara mengartikan pendidikan sebagai daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya
- Rosseau mengatakan mendidik adalah memberikan pembekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, tapi dibutuhkan pada masa dewasa.
- Darmaningtyas mengatakan
tentang difinisi pendidikan yaitu pendidikan sebagai usaha dasar dan
sistematis untuk mencapai taraf hidup dan kemajuan yang lebih baik.
- Paulo Freire ia mengatakan, pendidikan merupakan jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah masa dimana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka, damana melalui praksis mengubah keadaan itu. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama, dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan.
- Ivan Illc mengatakan pendidikan adalah pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.
- Edgar Dalle mengartikan pendidikan adalah usaha sadar yang sistematis dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri manusia untuk menjadi manusia yang seutuhnya.
- Hartoto mengartikan pendidikan adalah usaha sadar, terencana, sistematis, dan terus-menerus dalam upaya memanusiakan
- Ngalim Purwanto mengartikan pendidikan adalah segala urusan orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya kearah kedewasaan
Pengertian
pendidikan jasmani menurut para ahli. Definisi pendidikan. Pengertian penjas
menurut para ahli. Pengertian budi pekerti menurut para ahli. Pengertian
penjas. Pengertian pedagogik menurut para ahli. Pengertian budi pekerti.
Pengertian
kedewasaan. Pengertian anak menurut para ahli. Pengertian membimbing.
Pengertian anak. Pengertian penjaskes. Definisi pedagogik. Pengertian
pedagogik.
Olahraga
menurut para ahli. Pengertian membimbing menurut para ahli. Arti pendidikan
menurut beberapa ahli. Pengertian pendidikan olahraga. Definisi pedagogik
menurut para ahli. Definisi pendidikan olahraga. Pedagogik menurut para ahli.
Definisi
mendidik. Definisi pendidikan jasmani menurut para ahli. Pendidikan jasmani
menurut para ahli. Definisi penjas. Pengertian mendidik. Pengertian definisi
pendidikan. Pengertian olahraga menurut ahli.
Pengertian
pendidikan olahraga menurut para ahli. Pengertian pendidikan kesehatan.
Pengertian/devinisi pendidikan menurut para ahli. Pengertian pendidikan
kesehatan menurut para ahli. Definisi kedewasaan. Pendidikan kesehatan menurut
para ahli. Definisi pendidikan kesehatan.
Pengertian
pendidikan politik menurut para ahli. Pengertian penjas menurut ahli. Definisi
budi pekerti menurut para ahli. Mendidik menurut para ahli. Definisi budi
pekerti. Pengertian pendidikan jasmani menurut beberapa ahli. Defenisi
pendidikan.
Budi
pekerti menurut para ahli. Pengertian pendidikan menurut koentjaraningrat.
Pengertian penjaskes menurut para ahli. Pengertian definisi pendidikan menurut
para ahli. Membimbing menurut para ahli. Arti arti pendidikan. Definisi membimbing.
Dasar
pengertian budi pekerti. Pendidikan olahraga menurut para ahli. Definisi anak.
Pengertian jasmani. Pengertian pendidikan menurut aristoteles. Pengertian
penjas dan olahraga. Pengertian penjas menurut beberapa ahli.
Definisi
pedagogik menurut ahli. Makna pendidikan menurut para ahli. Pendidikan.
Pendidikan politik menurut para ahli. Pengertian olahraga menurut beberapa
ahli. Penjas menurut para ahli. Definisi para ahli tentang pengertian
pendidikan.
Definisi
penjas. Pengertian pendidikan menurut ilmuan. Arti budi pekerti. Definisi anak
menurut para ahli. Pengertian anak anak. Pengertian orang dewasa menurut para
ahli. Definisi definisi pendidikan menurut para ahli.
Pengertian
jasmani menurut para ahli. Definisi pendidikan jasmani dan olahraga. Pendapat
para ahli tentang pengertian pendidikan. Pengertian kedewasaan menurut para
ahli. Pengertian bayi menurut para ahli. Defenisi olahraga menurut para ahli.
Defenisi mendidik.
Pengertian islam menurut para ulama.
Definisi penjas menurut para ahli. Mendidik adalah. Definisi pendidikan dari
berbagai tokoh. Artinya membimbing. Apakah pengertian penjas menurut para ahli.
Arti pendidikan olahraga.
Pengertian pendidikan jasmani.
Definisi definisi pendidikan. Pengertian budi pekerti menurut ahli. Konsep budi
pekerti. Pengertian pendidikan politik. Definisi pendidikan jasmani dan
olahraga menurut para ahli. Pengertian pedagogi.
Pendidikan jasmani menurut ahli.
Pengertian membimbing dalam pendidikan. Para ahli penjas. Olahraga pendidikan
menurut para ahli. Definisi pengertian pendidikan menurut ahli. Devinisi
pendidikan. Pengertian sistematis menurut para ahli.
Pengertian pendidikan kedewasaan.
Arti kedewasaan menurut para ahli.
http://sigma-aceh.blogspot.com
Posting Komentar